Warga Miskin Kabupaten Sukabumi Tinggal 10,65 Persen
06 Oktober 2012, 12:28 WIB | 106 view

Sukabumi, 6/10 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengklaim jumlah warga miskin di daerah ini, sekarang tinggal 10,65 persen, atau sekitar 230 ribu jiwa, dari total penduduk 2,3 juta jiwa.
"Data tersebut bersumber dari hasil penghitungan Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten ini," kata Bupati Sukabumi Sukmawijaya, Sabtu.
Menurut bupati, dari data yang diterima pihaknya dari BPS, setiap tahun angka kemiskinan di Kabupaten Sukabumi terus berkurang. Sejak 2006 sampai data terakhir BPS, angka kemiskinan menurun sekitar tujuh persen.
Pada 2006 angka kemiskinan mencapai 17,66 persen, 2007 sebanyak 15,98 persen, 2008 sebanyak 13,26 dan 2009 sebanyak 11,78 dan dari 2010 sampai saat ini persentase angka kemiskinan tinggal 10,65 persen. "Kami terus berupaya menekan angka kemiskinan warga, dengan progam-progam penanggulangan kemiskinan dan membuka lapangan pekerjaan untuk warga usia produktif tetapi masih menganggur," tambahnya.
Lebih lanjut, sesuai pendataan yang dilakukan oleh BPS untuk progam perlindungan sosial (PPLS) yang hasilnya data ini dijadikan sebagai basis data terpadu yang dikelola oleh Seketariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
"Data ini digunakan untuk menetapkan sasaran bagi progam penanggulangan kemiskinan yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat dan daerah," kata Sukmawijaya.
Berbeda dengan data dari Kantor Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Kabupaten Sukabumi yang mencatat persentase jumlah warga yang masuk dalam kategori miskin mencapai 48 persen. Perbedaan persentase ini karena dalam melakukan pendataan, data yang digunakan untuk pelayanan KB.
Sehingga, untuk menentukan jumlah warga miskin ada 12 indikator untuk menentukan kategori keluarga tersebut tidak miskin. "Data yang kami catat memang berbeda dengan data BPS karena, indikator kemiskinan yang kami pakai berbeda, karena tujuan akhirnya untuk pelayanan KB," kata Kepala KBPP Kabupaten Sukabumi, Ade Mulyadi dihubungi ANTARA secara terpisah.
Selain itu, berbedanya angka kemisikinan yang digunakan oleh pihaknya karena ada tiga kategori kemiskinan seperti hampir miskin, miskin dan sangat miskin. Bahkan KBPP bisa menyebutkan keluarga tersebut miskin jika ada kekurangan dalam hal ekonomi padahal keluarga tersebut memiliki penghasilan tetap.
"Data yang kami pakai juga untuk menentukan progam bantuan dari pusat seperti untuk menentukan jumlah warga yang mendapatkan progam jaminan kesehatan masyarakat. Saat ini penerima jamkesmas mencapai 987 ribu jiwa. Dan data PPLS warga miskin di Kabupaten Sukabumi mencapai 1,225 juta jiwa," tambahnya.
Aditya
belum ada komentar untuk posting ini

KIRIM KOMENTAR