Relawan PMI Bersihkan Cijeruk Setelah Evakuasi Sukhoi
17 Mei 2012, 20:13 WIB | 176 view

Bogor, 17/5 (ANTARA) - Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) yang tergabung dalam operasi pencarian dan evakuasi korban pesawat Sukhoi Superjet 100 menggelar bersih-bersih lingkungan Cijeruk sesaat sebelum meninggalkan lokasi posko.
"Kegiatan bersih-berih ini sebagai ucapan terimakasih kami terhadap masyarakat setempat yang telah membantu kami selama operasi berlangsung," kata Kepala Operasi Respon PMI untuk pesawat Sukhoi, Abidin Fauzan, di Cijeruk, Kabupaten Bogor, Kamis.
Abidin mengatakan, selama operasi berlangsung, PMI dapat menjalankan tugas dengan baik karena dukungan dan bantuan dari masyarakat.
Menurut dia, masyarakat setempat turut mendukung kelancaran pelaksanaan operasi tersebut. Masyarakat memberikan tempat tinggal, makan, minum dan menerima seluruh relawan dengan baik.
"Hanya ini yang dapat kami lakukan untuk masyarakat setempat. Mudah-mudahan kerja sama ini dapat terus terjaga," katanya.
Kegiatan bersih lingkungan tersebut dimulai pukul 08.00 WIB dan dilakukan oleh para relawan PMI serta masyarakat dengan mengumpulkan dan membuang sampah di lokasi lapangan Pasir Pogor, Cipelang, Cijeruk, Kabupaten Bogor, sekitar jalan, dan kediaman warga yang ditempati para relawan PMI.
Dalam aksi bersih lingkungan ini, PMI juga memberikan bantuan kepada masyarakat berupa 130 buah karung, 50 buah sekop, 50 buah cangkul, dan 10 buah penampungan air berkapasitas 500 liter.
Bantuan tidak hanya diberikan untuk kediaman warga, tapi juga diberikan kepada pemilik masjid dan mushalla setempat.
"Mayoritas warga di Pasir Pogor adalah petani. Pasti berbagai bantuan ini berguna bagi mereka," kata Abidin.
Abidin menambahkan, sebelum seluruh relawan PMI di tarik, sebagian relawan juga siaga untuk memberikan pertolongan pertama bagi tim evakuasi yang kembali dari lokasi evakuasi di Puncak Manik.
Ia mengatakan, Kamis ini merupakan hari terakhir relawan PMI bergabung dalam operasi kemanusiaan Sukhoi. Sebelumnya pada Rabu (16/5) malam, delapan relawan PMI telah ditarik turun dari Puncak Manik ke posko di lapangan Pasir Pogor.
Para relawan yang ikut naik ke Puncak Manik bertugas membantu dalam proses pencatatan jenazah.
Meski operasi PMI untuk pencarian korban Sukhoi SJ-100 telah berakhir, lanjut dia, namun PMI masih mengoperasikan 2 unit helikopter untuk terus membantu kelanjutan proses evakuasi kantung jenazah dari Cijeruk ke Bandara Halim Perdana Kusuma di Jakarta.
"Ambulans PMI juga masih disiagakan di pos-pos penurunan di Cipelang, Cimelati, dan Curug Nangka di Kabupaten Bogor dan di Halim Perdana Kusuma Jakarta," katanya.
Mengenai kemungkinan adanya korban masih hidup, Abidin mengatakan, kemungkinan tersebut sangat kecil terjadi. Karena berdasarkan operasi yang dilakukan hari ini radius dua kilometer dari lokasi jatuhnya pesawat sudah disisir para relawan, PMI, Polri, TNI maupun potensi masyarakat selama seminggu terakhir, belum ditemukan tanda-tanda tersebut.
Relawan telah mengevakuasi korban, benda-benda korban, maupun puing pesawat, semua sudah dilakukan.
"Bisa dibilang sebagian besar wilayah jatuhnya pesawat sudah steril, evakuasi sudah semuanya. Dan tidak ada ditemukan tanda-tanda yang selamat," katanya.
Usai berbenah dan bakti sosial, sekitar 126 relawan PMI ini langsung bergerak menuju RS PMI Bogor. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Ketua Umum PMI Jusuf Kalla yang memberikan penghargaan atas kerja relawan sebagai tanda terimakasih.
Laily R
belum ada komentar untuk posting ini

KIRIM KOMENTAR