Kebun Raya Bogor Dinilai Kurangi Hawa Panas
30 April 2012, 06:55 WIB | 246 view

Bogor, 30/4 (ANTARA) - Asisten Administrasi Kemasyarakatan dan
Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bogor Edgar Suratman menyatakan,
keberadaan Kebun Raya Bogor sangat membantu mengurangi hawa panas di
kota itu, yang kini sudah banyak mengalami perubahan.
"Kondisi Kota Bogor sekarang masih diuntungkan oleh keberadaan Kebun Raya Bogor (KRB) dengan ribuan koleksi pepohonan yang masih rindang," katanya di Bogor, Jawa Barat, Minggu.
Ketika mencanangkan kegiatan penghijauan di Kecamatan Bogor Selatan, ia perubahan suhu di Kota Bogor yang tidak lagi sejuk terjadi seiring dengan perkembangan kota yang semakin pesat.
"Saya masih ingat 20 tahun silam, Bogor dengan udara yang sejuk dan kondisi kotanya yang masih asri. Tapi, Bogor sekarang sudah banyak perubahan. Selain kondisinya semakin panas yang disebabkan
pohon?pohon penghijauan semakin berkurang juga polusi asap
kendaraan," katanya.
Edgar menegaskan bahwa kondisi Kota Bogor sekarang masih diuntungkan oleh keberadaan KRB dengan ribuan koleksi pepohonan yang masih rindang.
"Setidaknya dengan ribuan koleksi pepohonan di KRB sedikit bisa
mengurangi hawa panas Kota Bogor," katanya.
Untuk mempertahankan lingkungan Kota Bogor, pihaknya mengajak
kepada berbagai pihak, pemangku kepentingan dan seluruh warga Kota
Bogor untuk terus menggalakan penghijauan.
Pemkot Bogor, kata dia, menyampaikan apresasiasi kepada dunia usaha yang bekerja sama dengan Dewan Pengurus Pusat Krida Wanita Swadiri Indonesia (DPP KWSI) dengan melakukan aksi penanaman pohon itu.
Ia mengatakan, manfaat dari pohon, selain untuk penghijauan juga
sangat bagus bagi kesehatan.
"Setiap saat kita memandang pohon akan sangat baik bagi kesehatan," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum KWSI Hj Tyas Indyah Iskandar mengatakan, pihaknya mengadakan kegiatan itu dalam rangkaian memperingati Hari Kartini dan Hari Bumi tahun 2012.
"Pohon yang akan ditanam seluruhnya berjumlah 2.000 pohon. Dalam
acara pencanangan secara simbolis yang ditanam hanya 30 pohon,"
katanya.
Ia menjelaskan, yang ditanam bukan hanya pohon produktif seperti
pule, bintaro dan mahoni, namun juga sejumlah pohon-pohon langka
lainnya pun akan ditanam.
Kerja sama dengan parapihak, kata dia, akan terus dilakukan secara berkesinambungan, dan gerakan penghijauan itu sebagai awal kerja sama.
"Mudah-mudahan kerja sama lain dapat segera terlaksana seperti
penilaian keindahan taman dan pelestarian tanaman langka serta
berbagai kegiatan lainnya," katanya.
Andy J
belum ada komentar untuk posting ini

KIRIM KOMENTAR