Bogor (Antara) - Calon Wali Kota Bogor Bima Arya menegaskan keyakinannya bahwa semua orang Bogor menginginkan adanya perubahan di kota ini ke arah kehidupan yang lebih baik.

"Kami melihat keinginan berubah di setiap warga Bogor yang saya temui. Karakter asli orang Bogor ingin perubahan,” kata Bima Arya saat bertemu dengan sekitar 200 warga di Kampung Kedunghalang, Kelurahan Sukaresmi, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jumat.

“Saya selalu yakin-seyakinnya bahwa orang Bogor punya karakter kuat. Keyakinan itu saya bawa kemana-mana, dan keyakinan itu saya lihat di tiap mata warga Bogor yang saya temui. Saya yakin kota ini akan berubah, lebih cepat dari yang diprediksi orang," katanya didampingi calon wakil walikota Usmar Hariman.

Ia juga menyatakan optimis akan dapat melakukan perubahan di Kota Bogor.

“Kita sering mendengar, bahwa 5 tahun lagi jalanan kota Bogor akan makin macet, kemana-mana sulit. Tetapi tidak bagi Bima Arya dan Usmar Hariman. 5 tahun lagi Bogor akan semakin nyaman," ujarnya.

Sementara itu Usmar Hariman mengatakan, peraturan daerah mengenai pendidikan dinilai perlu dioptimalkan kembali.

Usmar memaparkan, perda tersebut memberi kesempatan kepada majelis resmi yang terakreditasi untuk memberikan sertifikat kepada para siswa yang bisa baca tulis Qur'an.

Untuk mencapai itu semua itu, Bima Arya–Usmar Hariman berjanji jika dipercaya memimpin kota Bogor akan memberikan minimal 100 beasiswa setiap tahun bagi tenaga pengajar/siswa berprestasi di Kota Bogor untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Selain itu Bima Arya dan Usmar Hariman akan menyediakan kendaraan atau bis sekolah bagi seluruh siswa dan SD hingga SMA di Kota Bogor.

Pasangan nomor urut 2 ini juga berjanji akan menyediakan teknologi modern dan terjangkau seperti
infokus bagi setiap kelas di kota Bogor.

Namun menurut Bima yang paling utama adalah penguatan kurikulum formal dan metode pendidikan informal untuk pembangunan karakter generasi muda.

Bima Arya yang pernah memandu diskusi Visi Indonesia 2050 ini menambahkan, "Saya dan Kang Usmar sudah memprediksi kondisi Indonesia di tahun 2050 nanti, karena itu saya berdosa jika kota kelahiran saya, kota Bogor tidak siap bersaing dengan kota-kota lainya."

Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaraBogor.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar